Thursday, November 27, 2008

Graha Garuda Tiara Indonesia (GTTI)


Whew,

Singkat saja, saya baru tahu kalau ada yg namanya Graha Garuda Tiara Indonesia (GTTI). Suatu konstruksi bangunan yang kalau dilihat dari atas, menggambarkan lambang Garuda Pancasila yang berdiri kokoh ; cukup menakjubkan. Tadi siang, teman yang membaca artikel di Detik (http://www.detiknews.com/read/2008/11/27/153558/1044044/10/belasan-pencuri-onderdil-garuda-raksasa-di-cikeas-diserahkan-ke-polisi) memberikan informasi ini kepada saya. Melihat gambar di artikel tersebut sepertinya diambil dari Google Earth, saya pun mencoba mencarinya dan eh.. ketemu juga. Bagi yang ingin melihat di Google Earth, koordinatnya adalah:
  • Latitude: 6°25'4.77"S
  • Longitude: 106°57'26.68"E

Thursday, November 20, 2008

Sign up on Plurk



Today my friend invited me to join Plurk. Previously, one of my friend showed her plurk and ask me to join, but that time I feel not interesting to plurk. However, since today my friend invited me through e-mail, i decided to give it a try. When signing up, I found that plurk is a place where we can share information about our activities, per time basis. On Plurk, they define it as Social Journal.

After using it several minutes, I think I will rarely update my plurk since I don't think it will be useful to share information about my activities. Maybe for some situation plurk can be useful, for example in a software team who composed of many people and working on a large project. Each person or a division can plurk (post what they are doing) about module they are currently working on. So someone in that team might find this information useful, maybe for asking about module progress or else.

You can see my plurk on http://www.plurk.com/user/irfin

Tuesday, November 11, 2008

Taut ke "Strategi Mewujudkan Sekolah Murah di Indonesia"

Saya menemukan artikel yang menarik di blog Ilma Pratidina :

http://netsains.com/2008/10/strategi-mewujudkan-sekolah-murah-di-indonesia/

Senang juga mengetahui banyak orang yang punya kepedulian bagi kemajuan bangsa ini, dan mampu menuangkannya dalam usulan yang konkrit :)

Monday, November 10, 2008

Software Modeling Tools yang saya gunakan

Hampir 2 tahun berjalan semenjak saya dan teman mulai serius berkutat dalam software development. Sejauh ini kami berupaya menerapkan praktik-praktik software engineering yang telah kami pelajari (meski dalam penerapannya kami sesuaikan untuk setiap kasus yang dijumpai). Mumpung ada semangat untuk menulis =p kali ini saya akan berbagi informasi seputar modeling tools yang kami gunakan, baik saat pengembangan produk maupun saat mengerjakan proyek. Sampai dengan saat ini saya mengkategorikan kakas pemodelan yang saya gunakan ke dalam 2 kategori yaitu:
  • Software Architecting
  • Business Process Modeling

Untuk Software Architecting saya memakai StarUML (staruml.sourceforge.net) dan melakukan pemodelan menggunakan notasi UML. Metode yg saya gunakan dalam software development adalah Object Oriented Software Engineering (OOSE) jadi saya banyak memodelkan entity object, interface object, dan controller object. Dan syukurlah StarUML mendukung semua notasi utk objek-objek tersebut :)

Penggunaan StarUML secara intensif sebenarnya baru saya mulai sekitar 3 bulan lalu (meski sudah saya install sejak setahun yg lalu =p) sebagai pengganti Rational Rose. StarUML merupakan open source software dengan lisensi GPL (GNU Public License), mendukung spesifikasi UML versi 2.0 (StarUML™ maximizes itself to order UML 1.4 standard and meaning, and it accepts UML 2.0 notation on the basis of robust meta model), dan mendukung MDA (Truly Platform Independent Models (PIM) can be created, and Platform Specific Model (PSM) and executable codes can be automatically generated in any way). Untuk kebutuhan pemodelan static dan behavioral dengan menggunakan 9 jenis diagram UML, StarUML saya anggap sudah memadai. Untuk fitur MDA saya tidak tahu bagaimana dukungannya sebab saya belum menerapkan MDA dlm kegiatan software development.

Dibandingkan free-software lainnya seperti AgroUML, saya lebih memilih StarUML karena StarUML merupakan native-application jadi lebih cepat dieksekusi, dan saya pantau penggunaan memorinya (RAM) juga tidak besar. AgroUML saya nilai lebih lambat dan berat (penggunaan RAM tergolong besar), maklum karena dibangun menggunakan Java dan hal ini cukup mengganggu kenyamanan memrogram saya karena biasanya saya menjalankan minimal 3 buah program secara bersamaan. Area kerja (drawing area) AgroUML juga lebih sempit, kecuali mau menggunakan layar monitor yg besar :(

Netbeans juga menyediakan plug-in untuk menggambar diagram UML tetapi meski saya menggunakan Netbeans sebagai IDE utama, saya tidak memilih menggunakan plug-in tersebut karena (lagi-lagi) konsumsi RAM yang cukup besar (umumnya saat memrogram saya melihat konsumsi RAM oleh Netbeans 6.5 RC2 sebesar ~300MB). Selain itu terkadang saya hanya perlu melakukan modeling UML tanpa memrogram. Jadi seandainya kegiatan tersebut saya lakukan di Netbeans, maka untuk memulainya saja sudah harus menunggu loading time yang cukup lama.

Ke depannya saya dan teman berencana membeli Sparx Enterprise Architect untuk menggantikan StarUML. Saya sudah mencoba test-drive Enterprise Architect (EA) dan saya nilai lebih bagus dari StarUML dalam hal kelengkapan dokumentasi dan tampilan. Untuk soal code-generation, saya dapati hasil Rational Rose masih lebih tepat ketimbang StarUML maupun EA.

Untuk Business Process Modeling saya menggunakan BizAgi BPMN Process Modeler yang mendukung pemodelan menggunakan notasi BPMN (Business Process Modeling Notation). Tampilan BizAgi sangat intuitif, warna-warni diagram-nya menarik, dan simple. BizAgi juga merupakan free software (no need to buy). Sejauh ini saya belum menggunakan BizAgi secara intensif dan hanya untuk pemodelan yg tergolong simple. Sebelum menggunakan BizAgi saya menggunakan Visio dan Borland Together Architect.

Oh ya, baik StarUML maupun BizAgi hanya tersedia untuk platform Win32 (setidaknya hingga artikel ini dimuat). Untuk platform *nix, saya belum melakukan eksplorasi ^_^

Wednesday, November 05, 2008

My Review about Sang Pemimpi


Two thumbs up!!!

Jika membaca buku ini dengan sepenuh hati dan open-minded, maka byk sekali kisah2x perjuangan yg bisa dijadikan contoh. Buku ini memotivasi pembaca utk berusaha menggapai impian/cita-cita dan tidak berkeluh kesah dgn berbagai keterbatasan yg ada. Serunya lagi, ini based on true story :)


Buku ini jika dibandingkan dengan buku-buku karya Robert Kiyosaki, Tung Desem, atau buku-buku chicken soup, dan dilihat menggunakan "kacamata" keadaan di Indonesia (negara berkembang), maka buku ini lebih menggugah semangat dan motivasi untuk maju. Bukan karena buku-buku tersebut kurang bagus, tetapi kebanyakan buku-buku tersebut memberikan motivasi dlm bentuk strategi atau pandangan-pandangan terhadap suatu masalah dimana pembaca yg disasar adalah orang yang memang sudah siap utk menjalankannya (karena mereka berada dlm lingkungan yg memiliki standar kehidupan yg lebih baik dari masyarakat "kecil" Indonesia). Tapi jika yg hendak menjalankan strategi tersebut belum punya tekad baja untuk berjuang, maka penerapan strategi bisa kandas di tengah jalan. Nah di sinilah saya melihat peran buku "Sang Pemimpi", yaitu sebagai peletak motivasi dasar utk bagaimana berjuang menggapai mimpi dengan tidak menghiraukan segala keterbatasan dan keterpurukan/kemiskinan. Bahkan bila perlu menjadikan keterpurukan/kemiskinan sebagai teman dalam perjuangan. Jadi bagi yg ingin maju, baca dulu buku ini baru kemudian dilanjutkan membaca buku2x motivasi/strategi yg lebih modern.

Cartoon by Scott Simmerman